Skip navigation

Monthly Archives: November 2008

Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 antara membangun sistem dengan kualitas hasil pelayanan/produk.

 

Telah banyak organisasi/institusi/perusahaan baik milik swasta dan pemerintah di Indonesia memilih sistem manajemen mutu ISO 9000 sebagai alat untuk meningkatkan mutu produk/jasa yang diberikan. Dengan berbagai alasan menjadikan standard ini menjadi pilihan. Tentunya tidak semua organisasi/institusi/perusahaan mempunyai  alasan serta tujuan sama, walaupun dalam standar tersebut sudah secara jelas disebutkan sebagai upaya untuk membangun sistem manajemen mutu yang secara terus menerus dan berkesinambungan.

 

Ketika sertifikat telah diperoleh menjadi nilai kebanggan tersendiri bagi organisasi dengan predikat berstandar internasional untuk sistem manajemen mutunya. Bagaimana dengan produk/pelayanan yang di hasilkan?

Beberapa pertanyaan yang terlontar dari konsumen kita atau bahkan karyawan-karyawannya sendiri tentang disandangnya sertifikat ISO 9000 yang seolah-olah sebagai jaminan kualitas produk/pelayanan dihasilkan. Dengan mengacu pada standard ISO 9001:2000 tentunya standar ini bukanlah sebuah alat justifikasi tentang mutu produk/pelayanan yang dihasilkan. Bagaimana menilai kinerja organisasi/institusi/perusahaan tentang sistem manajemen mutunya?

 

Ada beberapa bukti yang bisa dijadikan indikator untuk menilai organisasi yang sudah menyandang sertifikat ISO 9000 apakah sudah meningkat atau jalan di tempat. Indikator-indikator tersebut dapat dilihat adanya improvement pada:

 

         Kebijakan Mutu organisasi yang selalu ditinjau dan diperbaiki

         Persyaratan pelanggannya direview terus menerus

         Sasaran mutu selalu di tingkatkan

         Hasil-hasil tinjauan manajemen

         Peningkatan kompetensi, kepedulian dan pelatihan bagi karyawan

         Proses dan kualitas dari audit internal

         Kepuasan pelanggan, pemantauan dan pengukuran proses, dan produk

Peningkatan secara terus menerus dari indikator-indikator tersebut sebenarnya menjadi bukti kalau organisasi telah mempunyai sistem manajemen mutu baik, Bukannya kalau sudah bersertifikasi ISO 9000 dipastikan organisasi tersebut sudah dapat menghasilkan produk/pelayanan yang berkualitas  

 

 

 SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2000 BAGI DINAS KESEHATAN

BAGAIMANA PERANNYA BAGI INSTITUSI?

 

  

A. PENDAHULUAN

Tuntutan akan kapabilitas, kinerja, kualitas pelayanan di institusi pemerintah semakin kuat, baik dari pemerintah daerah maupun stakeholders yang didalamnya termasuk masyarakat. Keberhasilan untuk meningkatkan kapabilitas dan kinerja dari dinas kesehatan sangat dipengaruhi kemampuan dan kejelasan peran dalam mengelola dan meningkatkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh dinas kesehatan .  Dengan keluarnya PP 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintahan daerah provinsi, dan pemerintahan daerah kabupaten/kota dan PP No 41 tahun 2007 tentang  organisasi perangkat daerah semakin memperjelas peran bagi daerah untuk mengembangkan dan menyusun perencanaan pembangunan sesuai dengan karakteristik dan peran daerah masing-masing. Kejelasan peran dinas kesehatan sebagai regulator, tentu terkait dengan sarana-sarana kesehatan  yang berperan sebagai operator pelayanan kesehatan di wilayahnya.

Dengan berbagai alasan semakin banyak sarana-sarana kesehatan menerapkan bahkan  sudah bersertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001:2000.  Dinas Kesehatan sebagai lembaga regulator tentunya dipacu untuk memahami dan mengerti atau bahkan menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000, sehingga mempunyai persepsi dan sistem yang sama dalam membangun  mutu pelayanannya.

 

B. TUJUAN BIMBINGAN TEKNIS

Bimbingan teknis ini bertujuan untuk :

1.     Memfasilitasi peserta memahami sistem manajemen mutu ISO 9001:2000

2.     Membantu peserta untuk mampu menganalisis gap sistem yang ada dengan standar sistem manajemen mutu ISO 9001:2000

3.     Membantu peserta untuk mampu mengintegrasikan sistem yang ada dengan standar-standar sistem manajemen mutu ISO 9001:2000

4.     Membantu peserta menyiapkan dokumen-dokumen mutu yang dipersyaratkan oleh standar sistem manajemen mutu ISO 9001:2000

 

C. PESERTA YANG DIHARAPKAN

Pelatihan ini diperuntukkan bagi Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Bagian, Kepala Seksi  di Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota. 

 

D. METODE PENYAMPAIAN

Kombinasi Teori, Diskusi dan Praktek Ketrampilan

 

 

 

 

 

 

Jamu Anti Kanker PDF Print E-mail
Berikut adalah resep jamu Jawa anti kanker dari dr. Lulut, peneliti pada Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Pengobatan Obat Tradisional (LP4OT), Departemen Kesehatan RI, Jl. Indrapura 17 Surabaya telp.                  03…         

benalu teh
Benalu teh

Resep 1:
15 gram benalu teh
5 gram tapak dara

Resep 2:
15 gram benalu teh
600 mg daun sambung nyawa

Resep 3:
15 gram benalu teh
2 gram daun dewa

Resep 4:
15 gram benalu teh
2 gram kunir putih
5 gram temulawak

Pilih salah satu saja dari keempat resep di atas. Semua bahan ditimbang dalam keadaan kering, direbus dengan 2-3 gelas air bersih dengan api kecil hingga air tinggal separuhnya. Saring, endapkan. Diminum airnya saja, sehari 2 x 1/2 gelas, sesudah makan.

sumber: www.rumahkanker.com

Bagi sdr/sdri yang membutuhkan benalu teh yang telah di keringkan dapat menghubungi:

Heri Prasetya

HP: 081328800504

e-mail: heriaden@yahoo.com

Proses pengolahan yang kami lakukan dengan cara mengeringkan cukup diangin-anginkan  sampai benar-benar kering, dan tidak dijemur di bawah sinar matahari langsung.

Bagaimana Bawang Putih Melawan Kanker? PDF Print E-mail
Dalam masyarakat modern bawang putih (Allium sativum) dipercaya dapat mencegah serangan jantung, penggumpalan darah, menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, mengurangi tukak lambung, penawar racun, pembunuh bakteri/jamur/parasit, pengikat radikal bebas, dan banyak lagi yang lain. Benarkah bumbu masakan sehari-hari ini dapat menyembuhkan kanker juga?

Berbagai studi memang menunjukkan kemampuan bawang putih dalam mencegah dan mengobati kanker, terutama yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya, seperti kanker prostat, perut, kolorektal (usus dan dubur), payudara, liver, kulit, dan paru-paru.

 

Bawang Putih

Bawang Putih Melawan Kanker

Zat-zat aktif dalam bawang putih antara lain vitamin A, B, C, kalsium, potasium, besi, karoten, dan selenium. Yang paling dominan dalam memerangi kanker adalah komponen allyl sulfur seperti diallyl sulfide, diallyl disulfide, diallyl trisulfide, S-allyl cysteine, S-allylmercaptocysteine, allicin, dan ajoene. Zat-zat tersebut mencegah pembentukan dan pengaktifan nitrosamin di dalam tubuh, juga memblokir aflatoxin, azoxymethane, benzo(a)pyrene, dan lain-lain, yang kesemuanya merupakan zat karsinogen (pemicu kanker). 

Pada tahap berikutnya komponen-komponen tersebut dapat mencegah mutasi gen, menghambat proliferasi (pertumbuhan/pembelahan) sel-sel kanker, memperbaiki struktur DNA yang rusak, bahkan merangsang sel kanker untuk bunuh diri (apoptosis).

Di sisi lain bawang putih juga berperan sebagai antioksidan, mengeluarkan racun dari dalam tubuh, dan membunuh kuman Helicobacter pylori yang dapat memicu berbagai macam kanker perut.

Cara Mengkonsumsi

Sudah tentu kerja zat-zat aktif bawang putih itu tergantung pada banyak hal, misalnya tanah di mana bawang putih itu tumbuh (berpengaruh pada kadar zat-zat aktif bawang putih), komposisi zat makanan lain yang dikonsumsi bersamaan dengannya, juga cara mempersiapkan dan mengkonsumsi bawang putih itu sendiri. Kombinasi dengan selenium, asam lemak tertentu (misal asam linoleat), dan vitamin A, dapat meningkatkan kemampuan bawang putih untuk menghambat proliferasi dan meningkatkan apoptosis.

Tetapi perlu disadari bahwa proses pengolahan bawang putih dapat mematikan daya kerja zat-zat antikanker itu. Satu menit saja diproses dalam microwave, hilanglah khasiat bawang putih sebagai antikanker. Begitu juga kalau dipanaskan dalam proses pemasakan lain. Jadi bagaimana? Haruskah bawang putih itu ditelan mentah-mentah?

Ternyata sederhana saja. Hancurkan bawang putih (digeprak, diiris tipis, atau diuleg) kemudian biarkan selama 15 menit sebelum dimasak (digunakan sebagai bumbu masak). Dalam waktu 15 menit itu terjadi reaksi kimia yang mengaktifkan zat-zat antikanker golongan allyl sulfur di atas, yang tidak rusak walau dimasak. Tetapi kalau setelah dihancurkan langsung dimasak, reaksi kimia itu tidak terjadi, otomatis khasiat antikankernya hilang.

Kalau mau, bawang putih juga boleh dikonsumsi mentah. Tapi tetap saja harus dihancurkan dulu dan dibiarkan selama 15 menit. Lalu bagaimana kalau bawang akan disajikan utuh, misalnya dalam acar? Cukup kupas kemudian  potong sedikit ujung-ujungnya. Lumayan, masih memiliki khasiat antikanker walau tidak sebagus kalau dihancurkan.

Potensi Bahaya

Mudah sekali bukan, menggunakan bawang putih untuk pencegahan dan pengobatan kanker? Harganya murah dan mudah didapat pula. Tetapi waspadalah, bukan berarti bawang putih boleh dikonsumsi sembarangan. Jangan mengira bahwa semakin banyak mengkonsumsi bawang putih semakin baik hasilnya.

Dosis yang disarankan untuk konsumsi bawang putih adalah 4-5 gram bawang putih segar/hari (kira-kira 1-2 siung). Kalau terlalu banyak, selain menimbulkan bau tidak sedap pada nafas dan kulit, kadang menimbulkan alergi, gangguan pencernaan (muntah, diare, iritasi, produksi gas berlebihan), asma bronkial, dermatitis, mengurangi kadar protein dan kalsium dalam darah, juga mengurangi produksi sperma.

Terlalu banyak bawang putih meningkatkan resiko perdarahan karena kemampuannya dalam mencegah pembekuan darah. Karena itu pada penderita yang hendak atau baru saja menjalani pembedahan, konsumsi bawang putih sebaiknya dibatasi.

Bawang putih juga meningkatkan kerja enzim-enzim dalam hati untuk membuang racun dari dalam tubuh. Pada orang sehat kemampuan ini sangat bermanfaat, tetapi hati-hatilah, dia juga bisa membuang obat-obat yang Anda telan dan obat-obat kemoterapi . Pengobatan Anda menjadi sia-sia, bukan? Karena itu, kalau Anda ingin menambah konsumsi bawang putih atau menggunakan produk suplemennya, konsultasilah dulu dengan dokter.

Catatan:
Bawang merah dan bawang bombay juga memiliki manfaat antikanker, jadi perlakukanlah sama dengan bawang putih dalam proses memasaknya
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.