Beberapa sarana kesahatan di Indonesia telah banyak yang mendapatkan pengakuan/rekomendasi baik dari pemerintah maupun dari pihak ketiga yang independen tentang mutu pelayanan yang diberikan. Tentunya pengakuan itu menjadi kebanggan organisasi/instutusi. Disamping sebagai kebanggan tentunya pengakuan itu dapat menjadi media publikasi bagi organisasi tersebut terhadap mutu pelayanannya kepada pelanggan. Sehingga organisasi membutuhkan Lisensi, akreditasi dan sertifikasi sebagai bukti pengakuan mutu pelayanannya. Sebenarnya apa perbedaan antara lisensi, akrediatasi dan sertifikasi? berikut tergambar berbedaan tiap-tiap pengakuan tersebut dalam matrik di bawah ini.
| Lisensi | Sertifikasi | Akreditasi | |
| Standard | Minimal | Maksimal | Maksimal |
| Tujuan | Melindungi keselamatan dan meminimalkan risiko | Melakukan pengembangan profesional yang up to date | Memacu upaya perbaikan secara kontinyu |
| Sasaran | Individu dan lembaga pelayanan | Individu, pelayanan, dan lembaga pelayanan | Lembaga pelayanan, dan pelayanan tertentu |
| Sifat | wajib | sukarela | Tergantung sistem |
| Persyaratan | Bagian dari regulasi untuk menjamin standar/kompetensi minimum, kunjungan ke lembagaan | Evaluasi persyaratan yang ditetapkan, pendidikan/pelatihan tambahan, dan kompetensi di bidang tertentu (untuk individu) atau menunjukkan bahwa lembaga mempunyai pelayanan, teknologi atau kapasitas khusus | Kepatuhan terhadap standard, on-site evaluation, kepatuhan tersebut tidak diharuskan oleh hukum dan/atau regulasi tertentu |
| Pelaksana | Pemerintah dan/atau lembaga yang ditunjuk | Konsil/Organisasi profesi | Tergantung sistem: pemerintah atau LSM |
Advertisement